Begitu sering kita mendengar aksi bom bunuh diri di Afganistan. Tak hanya orang dewasa, kelompok teroris di balik aksi keji itu juga menyasar sejumlah anak kecil sebagai pelaku.
Lewat metode cuci otak, anak-anak dijejali informasi sesat yang membuat mereka dengan rela melakukan aksi bom bunuh diri.
Begitu sederhana kaum teroris mencuci otak anak-anak kecil di negara tersebut. "Kami diberi tahu bahwa bom tidak akan membunuh kami, hanya orang Amerika yang akan mati," kata Abdul Samat, seorang bocah 13 tahun, calon bomber di Afganistan, seperti dikutip harian Inggris, Telegraph.


